Kamis, 06 November 2025

“UPMS NGANJUK BAHAS AKAR MASALAH BULLIYING DAN PENTINGNYA DUKUNGAN PSIKOLOGIS BAGI GEN Z”

 


Universitas PGRI MPU SINDOK (UPMS) Dalam Episode Kelima E-PODCLAS Pendidikan Ekonomi Soroti “Dampak Bullying dan Kesehatan Mental Gen Milenial & Gen Z”. Fenomena bullying dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental generasi muda menjadi topik utama dalam diskusi yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Ekonomi UPMS. Acara ini menghadirkan Bapak Rengga Yuda Santoso M.pd Dosen Prodi Pendidikan PPKN yang yang membahas penyebab utama, dampak, serta solusi dalam menangani kasus bullying di era digital.

Menurut Bapak Rengga, meningkatnya kasus bullying dan cyberbullying saat ini disebabkan oleh dua hal utama, yaitu post-truth dan simulacra.

Post-truth adalah kondisi ketika masyarakat sulit membedakan antara fakta dan hoax karena banyaknya informasi di media digital. Sementara itu, simulacra menggambarkan kehidupan palsu di media sosial yang sering membuat orang lain merasa iri, minder, bahkan memicu tindakan perundungan.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa bullying tidak hanya menyakiti secara fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam. “Sekitar 75 persen kasus bunuh diri terjadi pada individu yang pernah menjadi korban bullying,” ujar Bapak Rengga, menegaskan betapa seriusnya ancaman ini bagi kesehatan mental Generasi Z.

Dalam diskusi tersebut, turut dibahas peran institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam mendukung pemulihan korban. Sekolah diharapkan menjaga kerahasiaan identitas korban, serta bekerja sama dengan Women Crisis Center (WCC) dan Dinas Sosial Nganjuk untuk memberikan pendampingan trauma.  Selain itu, korban yang terdampak secara ekonomi juga dapat dibantu melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Nganjuk agar memiliki keterampilan dan dapat mandiri kembali. Untuk mencegah kasus serupa, Bapak Rengga menegaskan pentingnya pola asuh yang baik di lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. Orang tua diharapkan dapat menjadi teladan (Ing Ngarso Sung Tulodo) dan pemberi dorongan semangat (Tut Wuri Handayani) sesuai ajaran Ki Hajar Dewantoro.

Di akhir acara, Bapak Rengga berpesan agar Generasi Milenial dan Gen Z tidak mudah terpengaruh oleh media sosial serta menolak label “Generasi Stroberi”. Ia mendorong generasi muda untuk terus belajar sepanjang hayat dan memperkuat mental dalam menghadapi tantangan zaman.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Pendidikan Ekonomi UPMS, dapat mengunjungi kanal YouTube P EKONOMI UPMS atau Media Sosial Instagram p.ekonomi_upms.

 


Share This