Universitas PGRI MPU SINDOK (UPMS) dalam Episode Keempat E-PODCLAS Pendidikan ekonomi "Tips & Trik Lolos PKM". Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan ajang kompetisi bergengsi tingkat nasional yang diikuti ratusan ribu mahasiswa. Dalam diskusi yang dipublikasikan pada 28 Februari 2025 tersebut, Dosen Prodi Pendidikan IPA UPMS, Bapak Hendrik Pratama M.Pd. menekankan bahwa ide-ide kreatif mahasiswa harus bergeser dari konsep tradisional menuju inovasi berbasis teknologi dan solusi masalah nasional, ide PKM harus berbasis teknologi dan isu lokal.
Menurut Pak Hendrik Pratama M.pd, kunci utama untuk meningkatkan peluang lolos adalah meninggalkan ide-ide umum seperti PKM Kewirausahaan (PKM-K) yang berfokus pada produk makanan biasa, dan beralih ke tema yang sedang hangat, seperti:Teknologi (IoT/AI): Menggabungkan ide dengan Internet of Things (IoT) atau Artificial Intelligence (AI).
Contohnya,
menciptakan teknologi alat uji NPK tanah atau alat pendeteksi pH tanah
menggunakan microcontroller yang hasilnya dapat dilihat langsung melalui
aplikasi di ponsel. Isu lingkungan dan ekonomi hijau (Green Economy): Menawarkan
solusi terhadap masalah besar seperti pengelolaan sampah.Pak Hendrik Pratama, M.Pd menyoroti masalah sampah di Nganjuk yang mencapai lebih dari 1 ton
per hari (sekitar 1,04 ton/hari). Ide yang relevan, misalnya, adalah
menciptakan "Drone Sampah" untuk memantau dan mendeteksi pembuangan
sampah ilegal.Riset Sosial Humaniora (RSH): Mahasiswa dari bidang ilmu sosial,
seperti Ekonomi, dianjurkan mengambil tema riset yang bersentuhan langsung
dengan kondisi sosial-ekonomi lokal. Contohnya adalah meneliti dampak ekonomi
dan kesehatan masyarakat sekitar pabrik di area Kawansan Industri Nganjuk
(KING), seperti di Rejoso dan Klenkong.
Lebih lanjut, Pak Hendrik Pratama M.pd menegaskan bahwa ide cemerlang saja tidak cukup. Faktor administrasi memegang peran krusial, bahkan diperkirakan mencapai 60% dari poin penilaian"Jangan bermain dengan administrasi," ujar Pak Hendrik Pratama, kesalahan fatal sekecil apapun seperti perbedaan format spasi, tanggal cover yang tidak sesuai tahun berjalan (misalnya 2025 ditulis 2024), hingga ketidaksesuaian tanda tangan, dapat mengakibatkan proposal langsung dicoret.
Selain itu, ia memberikan
peringatan keras terkait plagiarisme. Proses pengecekan saat ini menggunakan
dua alat detektor: Turnitin dan Detektor AI."Hati-hati, PKM sekarang itu
ada dua cek. Cek plagiatnya pakai Turnitin, sama cek pakai AI," jelasnya.
Penggunaan layanan pembuatan proposal otomatis dari AI secara langsung sangat
berisiko terdeteksi. Mahasiswa disarankan menggunakan AI hanya untuk
mendapatkan kerangka ide, kemudian mengetik ulang dan mengembangkan kalimat
dengan pendapat sendiri.
Dalam penutup Pak Hendrik Pratama M.Pd memotivasi mahasiswa UPMS untuk tidak menyerah. "Kita swasta pun mesti bisa lolos PKM," katanya. Ia menekankan pentingnya niat dan persiapan matang, di mana ide PKM terbaik tidak bisa dibuat dalam waktu semalam atau seminggu, melainkan perlu direkam dan dipikirkan jauh hari.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Pendidikan Ekonomi UPMS, dapat mengunjungi kanal YouTube P EKONOMI UPMS atau Media Sosial Instagram p.ekonomi_upms.
