Dalam
perbincangan tersebut, bapak Ari menyampaikan bahwa memiliki IPK tinggi saja
tidak cukup untuk menjamin kesuksesan di dunia kerja. Pengalaman non-akademik,
seperti keaktifan dalam organisasi dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM),
memberikan nilai tambah yang signifikan dalam dunia kerja.
Disiplin kunci utama raih IPK terbaik bapak Ari membagikan beberapa kiat bagi mahasiswa
untuk meraih IPK yang memuaskan, dengan menekankan pada kedisiplinan. Wajib masuk kuliah kehadiran di kelas adalah hal fundamental yang sangat diperhatikan
oleh dosen. Manajemen waktu mahasiswa harus mampu membagi waktu antara jam
kuliah, kesibukan di luar (seperti organisasi atau bekerja), dan menyelesaikan
tugas tepat waktu. Hargai dosen kedisiplinan dalam pengumpulan tugas menunjukkan
sikap menghargai dosen, yang akan berdampak positif pada penilaian, sertifikat prestasi 'Penyelamat' di dunia kerja
Lebih
lanjut, bapak Ari menjelaskan mengapa pengalaman di luar kelas sangat penting.
Jika mahasiswa hanya memiliki IPK tinggi tanpa prestasi atau pengalaman lain,
mereka akan kalah bersaing dengan lulusan yang memiliki pencapaian
non-akademik. Beliau mencontohkan, sertifikat dan medali dari kegiatan seperti Pekan Olahraga dan
Seni Mahasiswa (PORSENASMA) salah satu yang dapat menjadi penentu kelulusan wawancara kerja.
"Kalau
nanti kalau ditanya di sekolah, prestasinya apa? Saya pernah mengikuti Porsesma
tahun berapa, mendapatkan medali.... Saya yakin walaupun temanmu yang mendaftar
nilainya lebih tinggi dari nilaimu, yang mewawancarai kamu pasti memilih kamu
karena kamu itu berprestasi juga," ujar bapak Ari.
Ia
menambahkan, pengembangan bakat seperti pencak silat, tari, atau kegiatan UKM
lainnya tidak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga melatih kemampuan sosial
dan komunikasi yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, pentingnya keseimbangan
("Balance").
Kesimpulannya, pesan utama dari diskusi ini adalah perlunya keseimbangan (balance) antara teori di kelas dan pengalaman di lapangan. "Jadi keduanya harus balance Bapak ya. Jadi teori penting, tetapi pengalaman juga penting," tutup bapak M. Ari Kusuma M.pd. Beliau juga memastikan bahwa kampus UPMS menyediakan wadah yang luas melalui berbagai UKM agar mahasiswa dapat mengembangkan bakat mereka tanpa melupakan kewajiban utama untuk tetap fokus belajar.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Pendidikan Ekonomi UPMS, dapat mengunjungi kanal YouTube P EKONOMI UPMS atau Media Sosial Instagram p.ekonomi_upms.
