Rabu, 15 Oktober 2025

" TAK HANYA NILAI, TAPI JUGA AKSI : RAHASIA SUKSES MENYEIMBANGKAN AKADEMIK DAN NON-AKADEMIK "

 


Universitas PGRI MPU SINDOK (UPMS), dalam Episode Ketiga E-PODCLAS Pendidikan ekonomi, Sekretaris Program Studi Pendidikan Ekonomi, Bapak M.Ari Kusuma M.pd, menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk menyeimbangkan prestasi akademik (IPK) dengan pengembangan minat dan bakat non-akademik selama masa kuliah. Hal ini diungkapkan dalam podcast "PENGEMBANGAN MINAT DAN BAKAT SAAT KULIAH" yang diselenggarakan oleh Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Mpu Sindok

Dalam perbincangan tersebut, bapak Ari menyampaikan bahwa memiliki IPK tinggi saja tidak cukup untuk menjamin kesuksesan di dunia kerja. Pengalaman non-akademik, seperti keaktifan dalam organisasi dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), memberikan nilai tambah yang signifikan dalam dunia kerja.

Disiplin kunci utama raih IPK terbaik bapak Ari membagikan beberapa kiat bagi mahasiswa untuk meraih IPK yang memuaskan, dengan menekankan pada kedisiplinan. Wajib masuk kuliah kehadiran di kelas adalah hal fundamental yang sangat diperhatikan oleh dosen. Manajemen waktu mahasiswa harus mampu membagi waktu antara jam kuliah, kesibukan di luar (seperti organisasi atau bekerja), dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Hargai dosen kedisiplinan dalam pengumpulan tugas menunjukkan sikap menghargai dosen, yang akan berdampak positif pada penilaian, sertifikat prestasi 'Penyelamat' di dunia kerja

Lebih lanjut, bapak Ari menjelaskan mengapa pengalaman di luar kelas sangat penting. Jika mahasiswa hanya memiliki IPK tinggi tanpa prestasi atau pengalaman lain, mereka akan kalah bersaing dengan lulusan yang memiliki pencapaian non-akademik. Beliau mencontohkan, sertifikat dan medali dari kegiatan seperti Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa (PORSENASMA) salah satu yang dapat menjadi penentu kelulusan wawancara kerja.

"Kalau nanti kalau ditanya di sekolah, prestasinya apa? Saya pernah mengikuti Porsesma tahun berapa, mendapatkan medali.... Saya yakin walaupun temanmu yang mendaftar nilainya lebih tinggi dari nilaimu, yang mewawancarai kamu pasti memilih kamu karena kamu itu berprestasi juga," ujar bapak Ari.

Ia menambahkan, pengembangan bakat seperti pencak silat, tari, atau kegiatan UKM lainnya tidak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga melatih kemampuan sosial dan komunikasi yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, pentingnya keseimbangan ("Balance").

Kesimpulannya, pesan utama dari diskusi ini adalah perlunya keseimbangan (balance) antara teori di kelas dan pengalaman di lapangan. "Jadi keduanya harus balance Bapak ya. Jadi teori penting, tetapi pengalaman juga penting," tutup bapak M. Ari Kusuma M.pd. Beliau juga memastikan bahwa kampus UPMS menyediakan wadah yang luas melalui berbagai UKM agar mahasiswa dapat mengembangkan bakat mereka tanpa melupakan kewajiban utama untuk tetap fokus belajar.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Pendidikan Ekonomi UPMS, dapat mengunjungi kanal YouTube P EKONOMI UPMS atau Media Sosial Instagram p.ekonomi_upms.

 


Share This