Latest Post

Kamis, 04 Desember 2025

“KUNCI SUKSES MAHASISWA DAN ENTREPRENEUR : MANAJEMEN DIRI DAN PENGELOLAAN WAKTU”

“KUNCI SUKSES MAHASISWA DAN ENTREPRENEUR : MANAJEMEN DIRI DAN PENGELOLAAN WAKTU”

 

Universitas PGRI MPU SINDOK (UPMS) Dalam Episode Keenam E-PODCLASS Pendidikan ekonomi. Sebuah diskusi menarik tentang ''Manajemen Diri dan Pengelolaan Waktu'' yang menampilkan Ibu Dr. Tri Wahyuni Retno,M.Pd,dosen Prodi Pendidikan IPA. Dalam sesi podclass ini Ibu Retno menekankan pentingnya manajemen diri dan pengelolaan waktu, terutama bagi mahasiswa dan mereka yang berkecimpung dalam dunia wirausaha.

Ibu Retno menjelaskan bahwa manajemen diri adalah kemampuan kita untuk mengatur waktu dan diri kita agar dapat menyelesaikan berbagai hal. Ia menggaris bawahi empat aspek utama dalam manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan. Perencanaan sangat penting, seperti yang dicontohkan oleh Mbak Puji, salah satu peserta diskusi, yang sudah memiliki planning (perencanaan) saat memasuki perkuliahan.

Dalam konteks mahasiswa, pengelolaan waktu menjadi krusial, terutama setelah libur panjang. Ibu Retno menyarankan untuk menentukan prioritas dan memiliki target yang jelas, misalnya menargetkan IPK tertentu di semester berjalan. Ia juga berbagi tips untuk menghindari penundaan pekerjaan dengan membuat kalender atau notes yang berisi target dan deadline.

Bagi wirausahawan, kegagalan adalah bagian dari proses. Ibu Retno memberikan motivasi untuk tetap bersyukur atas apa yang telah dicapai dan belajar dari pengalaman. Ia mencontohkan pengalamannya saat kuliah di Solo, di mana ia membawa potensi usaha dari Solo ke kampung halamannya. Jika suatu planning tidak berhasil, penting untuk melakukan re-planning dan menganalisis hambatannya.

Kemandirian dan motivasi diri juga sangat ditekankan. Ibu Retno menyatakan bahwa kita tidak bisa menunggu orang lain untuk membangun diri kita kita harus mampu memotivasi dan mengendalikan diri sendiri. Jika mengalami kesulitan dalam merencanakan sesuatu dari awal, ia menyarankan untuk bertanya kepada ahlinya, seperti dosen terkait tugas atau skripsi.

Secara keseluruhan, pesan utama dari diskusi ini adalah bahwa manajemen diri dan pengelolaan waktu adalah kunci keberhasilan, baik dalam studi maupun berwirausaha. Dibutuhkan perencanaan yang matang, prioritas yang jelas, kedisiplinan, serta kemampuan untuk bangkit dari kegagalan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Pendidikan Ekonomi UPMS, dapat mengunjungi kanal YouTube P EKONOMI UPMS atau Media Sosial Instagram p.ekonomi_upms.

 

 


Kamis, 06 November 2025

“UPMS NGANJUK BAHAS AKAR MASALAH BULLIYING DAN PENTINGNYA DUKUNGAN PSIKOLOGIS BAGI GEN Z”

“UPMS NGANJUK BAHAS AKAR MASALAH BULLIYING DAN PENTINGNYA DUKUNGAN PSIKOLOGIS BAGI GEN Z”

 


Universitas PGRI MPU SINDOK (UPMS) Dalam Episode Kelima E-PODCLAS Pendidikan Ekonomi Soroti “Dampak Bullying dan Kesehatan Mental Gen Milenial & Gen Z”. Fenomena bullying dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental generasi muda menjadi topik utama dalam diskusi yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Ekonomi UPMS. Acara ini menghadirkan Bapak Rengga Yuda Santoso M.pd Dosen Prodi Pendidikan PPKN yang yang membahas penyebab utama, dampak, serta solusi dalam menangani kasus bullying di era digital.

Menurut Bapak Rengga, meningkatnya kasus bullying dan cyberbullying saat ini disebabkan oleh dua hal utama, yaitu post-truth dan simulacra.

Post-truth adalah kondisi ketika masyarakat sulit membedakan antara fakta dan hoax karena banyaknya informasi di media digital. Sementara itu, simulacra menggambarkan kehidupan palsu di media sosial yang sering membuat orang lain merasa iri, minder, bahkan memicu tindakan perundungan.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa bullying tidak hanya menyakiti secara fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam. “Sekitar 75 persen kasus bunuh diri terjadi pada individu yang pernah menjadi korban bullying,” ujar Bapak Rengga, menegaskan betapa seriusnya ancaman ini bagi kesehatan mental Generasi Z.

Dalam diskusi tersebut, turut dibahas peran institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam mendukung pemulihan korban. Sekolah diharapkan menjaga kerahasiaan identitas korban, serta bekerja sama dengan Women Crisis Center (WCC) dan Dinas Sosial Nganjuk untuk memberikan pendampingan trauma.  Selain itu, korban yang terdampak secara ekonomi juga dapat dibantu melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Nganjuk agar memiliki keterampilan dan dapat mandiri kembali. Untuk mencegah kasus serupa, Bapak Rengga menegaskan pentingnya pola asuh yang baik di lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. Orang tua diharapkan dapat menjadi teladan (Ing Ngarso Sung Tulodo) dan pemberi dorongan semangat (Tut Wuri Handayani) sesuai ajaran Ki Hajar Dewantoro.

Di akhir acara, Bapak Rengga berpesan agar Generasi Milenial dan Gen Z tidak mudah terpengaruh oleh media sosial serta menolak label “Generasi Stroberi”. Ia mendorong generasi muda untuk terus belajar sepanjang hayat dan memperkuat mental dalam menghadapi tantangan zaman.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Pendidikan Ekonomi UPMS, dapat mengunjungi kanal YouTube P EKONOMI UPMS atau Media Sosial Instagram p.ekonomi_upms.

 

Rabu, 22 Oktober 2025

" BONGKAR STRATEGI LOLOS PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA : LANGKAH CERDAS MENUJU PENDANAAN "

" BONGKAR STRATEGI LOLOS PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA : LANGKAH CERDAS MENUJU PENDANAAN "

 



Universitas PGRI MPU SINDOK (UPMS) dalam Episode Keempat E-PODCLAS Pendidikan ekonomi "Tips & Trik Lolos PKM". Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan ajang kompetisi bergengsi tingkat nasional yang diikuti ratusan ribu mahasiswa. Dalam diskusi yang dipublikasikan pada 28 Februari 2025 tersebut, Dosen Prodi Pendidikan IPA UPMS, Bapak Hendrik Pratama M.Pd. menekankan bahwa ide-ide kreatif mahasiswa harus bergeser dari konsep tradisional menuju inovasi berbasis teknologi dan solusi masalah nasional, ide PKM harus berbasis teknologi dan isu lokal.

Menurut Pak Hendrik Pratama M.pd, kunci utama untuk meningkatkan peluang lolos adalah meninggalkan ide-ide umum seperti PKM Kewirausahaan (PKM-K) yang berfokus pada produk makanan biasa, dan beralih ke tema yang sedang hangat, seperti:Teknologi (IoT/AI): Menggabungkan ide dengan Internet of Things (IoT) atau Artificial Intelligence (AI). 

Contohnya, menciptakan teknologi alat uji NPK tanah atau alat pendeteksi pH tanah menggunakan microcontroller yang hasilnya dapat dilihat langsung melalui aplikasi di ponsel. Isu lingkungan dan ekonomi hijau (Green Economy): Menawarkan solusi terhadap masalah besar seperti pengelolaan sampah.Pak Hendrik Pratama, M.Pd menyoroti masalah sampah di Nganjuk yang mencapai lebih dari 1 ton per hari (sekitar 1,04 ton/hari). Ide yang relevan, misalnya, adalah menciptakan "Drone Sampah" untuk memantau dan mendeteksi pembuangan sampah ilegal.Riset Sosial Humaniora (RSH): Mahasiswa dari bidang ilmu sosial, seperti Ekonomi, dianjurkan mengambil tema riset yang bersentuhan langsung dengan kondisi sosial-ekonomi lokal. Contohnya adalah meneliti dampak ekonomi dan kesehatan masyarakat sekitar pabrik di area Kawansan Industri Nganjuk (KING), seperti di Rejoso dan Klenkong.

Lebih lanjut, Pak Hendrik Pratama M.pd menegaskan bahwa ide cemerlang saja tidak cukup. Faktor administrasi memegang peran krusial, bahkan diperkirakan mencapai 60% dari poin penilaian"Jangan bermain dengan administrasi," ujar Pak Hendrik Pratama, kesalahan fatal sekecil apapun seperti perbedaan format spasi, tanggal cover yang tidak sesuai tahun berjalan (misalnya 2025 ditulis 2024), hingga ketidaksesuaian tanda tangan, dapat mengakibatkan proposal langsung dicoret. 

Selain itu, ia memberikan peringatan keras terkait plagiarisme. Proses pengecekan saat ini menggunakan dua alat detektor: Turnitin dan Detektor AI."Hati-hati, PKM sekarang itu ada dua cek. Cek plagiatnya pakai Turnitin, sama cek pakai AI," jelasnya. Penggunaan layanan pembuatan proposal otomatis dari AI secara langsung sangat berisiko terdeteksi. Mahasiswa disarankan menggunakan AI hanya untuk mendapatkan kerangka ide, kemudian mengetik ulang dan mengembangkan kalimat dengan pendapat sendiri.

Dalam penutup Pak Hendrik Pratama M.Pd memotivasi mahasiswa UPMS untuk tidak menyerah. "Kita swasta pun mesti bisa lolos PKM," katanya. Ia menekankan pentingnya niat dan persiapan matang, di mana ide PKM terbaik tidak bisa dibuat dalam waktu semalam atau seminggu, melainkan perlu direkam dan dipikirkan jauh hari.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Pendidikan Ekonomi UPMS, dapat mengunjungi kanal YouTube P EKONOMI UPMS atau Media Sosial Instagram p.ekonomi_upms. 

 

 

Rabu, 15 Oktober 2025

" TAK HANYA NILAI, TAPI JUGA AKSI : RAHASIA SUKSES MENYEIMBANGKAN AKADEMIK DAN NON-AKADEMIK "

" TAK HANYA NILAI, TAPI JUGA AKSI : RAHASIA SUKSES MENYEIMBANGKAN AKADEMIK DAN NON-AKADEMIK "

 


Universitas PGRI MPU SINDOK (UPMS), dalam Episode Ketiga E-PODCLAS Pendidikan ekonomi, Sekretaris Program Studi Pendidikan Ekonomi, Bapak M.Ari Kusuma M.pd, menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk menyeimbangkan prestasi akademik (IPK) dengan pengembangan minat dan bakat non-akademik selama masa kuliah. Hal ini diungkapkan dalam podcast "PENGEMBANGAN MINAT DAN BAKAT SAAT KULIAH" yang diselenggarakan oleh Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Mpu Sindok

Dalam perbincangan tersebut, bapak Ari menyampaikan bahwa memiliki IPK tinggi saja tidak cukup untuk menjamin kesuksesan di dunia kerja. Pengalaman non-akademik, seperti keaktifan dalam organisasi dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), memberikan nilai tambah yang signifikan dalam dunia kerja.

Disiplin kunci utama raih IPK terbaik bapak Ari membagikan beberapa kiat bagi mahasiswa untuk meraih IPK yang memuaskan, dengan menekankan pada kedisiplinan. Wajib masuk kuliah kehadiran di kelas adalah hal fundamental yang sangat diperhatikan oleh dosen. Manajemen waktu mahasiswa harus mampu membagi waktu antara jam kuliah, kesibukan di luar (seperti organisasi atau bekerja), dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Hargai dosen kedisiplinan dalam pengumpulan tugas menunjukkan sikap menghargai dosen, yang akan berdampak positif pada penilaian, sertifikat prestasi 'Penyelamat' di dunia kerja

Lebih lanjut, bapak Ari menjelaskan mengapa pengalaman di luar kelas sangat penting. Jika mahasiswa hanya memiliki IPK tinggi tanpa prestasi atau pengalaman lain, mereka akan kalah bersaing dengan lulusan yang memiliki pencapaian non-akademik. Beliau mencontohkan, sertifikat dan medali dari kegiatan seperti Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa (PORSENASMA) salah satu yang dapat menjadi penentu kelulusan wawancara kerja.

"Kalau nanti kalau ditanya di sekolah, prestasinya apa? Saya pernah mengikuti Porsesma tahun berapa, mendapatkan medali.... Saya yakin walaupun temanmu yang mendaftar nilainya lebih tinggi dari nilaimu, yang mewawancarai kamu pasti memilih kamu karena kamu itu berprestasi juga," ujar bapak Ari.

Ia menambahkan, pengembangan bakat seperti pencak silat, tari, atau kegiatan UKM lainnya tidak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga melatih kemampuan sosial dan komunikasi yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, pentingnya keseimbangan ("Balance").

Kesimpulannya, pesan utama dari diskusi ini adalah perlunya keseimbangan (balance) antara teori di kelas dan pengalaman di lapangan. "Jadi keduanya harus balance Bapak ya. Jadi teori penting, tetapi pengalaman juga penting," tutup bapak M. Ari Kusuma M.pd. Beliau juga memastikan bahwa kampus UPMS menyediakan wadah yang luas melalui berbagai UKM agar mahasiswa dapat mengembangkan bakat mereka tanpa melupakan kewajiban utama untuk tetap fokus belajar.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Pendidikan Ekonomi UPMS, dapat mengunjungi kanal YouTube P EKONOMI UPMS atau Media Sosial Instagram p.ekonomi_upms.

 

Rabu, 08 Oktober 2025

MEMBANGUN KARISMA DAN KEPERCAYAAN DIRI LEWAT PUBLIC SPEAKING

MEMBANGUN KARISMA DAN KEPERCAYAAN DIRI LEWAT PUBLIC SPEAKING


Universitas PGRI Mpu Sindok Dalam Episode Kedua E-PODCLAS Pendidikan Ekonomi, Puji sebagai host berkesempatan berbincang dengan Miss Puput Zulia Ekorini, M.Pd., seorang Dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang mahir dalam public speaking. Diskusi hangat ini mengangkat tema "PD Bicara dan Tampil Percaya Diri" yang berfokus pada pentingnya rasa percaya diri dalam berbicara di depan umum dan bagaimana cara membangunnya.

Menurut Miss Puput, public speaking pada dasarnya adalah aktivitas berbicara di depan umum. Tujuannya adalah menyampaikan pesan atau informasi dengan baik dan tertata, serta menghindari menyinggung pihak tertentu. Ia menekankan bahwa poin utama dari public speaking yang efektif adalah rasa percaya diri.

Untuk membangkitkan rasa percaya diri, Miss Puput menyarankan agar setiap individu memahami potensi dan kemampuan utama diri sendiri. Ia percaya setiap orang memiliki potensi unik yang dapat diasah melalui latihan dan pengetahuan yang mendalam di bidang tersebut.

Menjawab pertanyaan mengenai cara mengatasi rasa minder akibat komentar negatif, Miss Puput menekankan pentingnya persiapan yang matang. Kurangnya persiapan seringkali memicu komentar-komentar yang tidak menyenangkan. Ia membedakan antara percaya diri dan overconfidence. Percaya diri lahir dari persiapan dan pemahaman materi yang baik, sementara overconfidence seringkali ditandai dengan gaya bicara yang berbelit-belit, kurang menguasai materi, dan sedikit sikap sombong. Jika menerima kritik, sebaiknya diambil sebagai pelajaran untuk perbaikan di masa depan.

Bagi individu yang cenderung introvert, Miss Puput yang juga mengakui dirinya seorang introvert, memberikan tips khusus. Ia menekankan pentingnya belajar dan menata mental. Salah satu cara efektif adalah dengan berlatih berbicara di depan cermin, seolah-olah sedang tampil di depan umum.

Miss Puput menutup diskusi dengan memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk selalu banyak belajar.Menurutnya, semakin banyak belajar, semakin terbangun motivasi dan pola pikir positif, yang pada akhirnya akan meningkatkan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan banyak orang. Berbagai platform belajar, baik online maupun offline, kini sangat mudah diakses.

Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi kanal YouTube P EKONOMI UPMS atau Media Sosial Instagram p.ekonomi_upms.

Rabu, 01 Oktober 2025

SIAP BERSAING DI BERBAGAI SEKTOR UPMS KENALKAN PRODI PENDIDIKAN EKONOMI: SIAP HASILKAN GENERASI WIRAUSAHA TANGGUH

SIAP BERSAING DI BERBAGAI SEKTOR UPMS KENALKAN PRODI PENDIDIKAN EKONOMI: SIAP HASILKAN GENERASI WIRAUSAHA TANGGUH


Universitas PGRI MPU SINDOK (UPMS) meluncurkan Episode Perdana E-PODCLASS untuk memberikan gambaran komperensif mengenai Program Studi Pendidikan Ekonomi. Dalam episode ini, yang dipandu oleh Pujiati, dibahas secara mendalam tentang kurikulum, profil lulusan, dan dukungan yang diberikan kampus untuk mengembangkan potensi mahasiswa

Ibu Imega Syahlita Dewi M.Pd, Kepala Program Studi Pendidikan Ekonomi, menjelaskan bahwa prodi ini tidak hanya berfokus pada pembentukan tenaga pendidik, tetapi juga mencetak lulusan yang berjiwa entrepreneur dan siap bekerja di berbagai sektor, termasuk BUMN, BUMS, dan instansi kedinasan . Hal ini menepis anggapan bahwa lulusan pendidikan ekonomi hanya akan menjadi guru, dan membuka peluang luas bagi mahasiswa yang ingin berkarir di bidang perbankan atau sektor ekonomi lainnya.

Diskusi dalam podcast ini juga menyentuh tantangan yang sering dihadapi mahasiswa, seperti rasa malas dalam berwirausaha. Menjawab isu ini, Bapak M.Ari Kusuma M.Pd, Sekprodi Pendidikan Ekonomi yang juga merupakan pelaku bisnis, menjelaskan bahwa UPMS memiliki "Bisnis Center" sebagai inkubator bisnis. Pusat ini berfungsi sebagai wadah bagi mahasiswa yang memiliki ide usaha, di mana mereka dapat menitipkan produk di "Discus Cafe" dan mendapatkan pembimbingan dalam pengembangan bisnis, termasuk pendaftaran PRT.

Mata kuliah praktik bisnis dan kewirausahaan juga menjadi kunci dalam membangkitkan semangat berwirausaha mahasiswa. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya memenuhi kewajiban perkuliahan, tetapi juga memiliki wadah untuk mengaplikasikan teori dan mengembangkan bisnis mereka. Ditegaskan bahwa perubahan dan semangat untuk berkembang harus berasal dari diri mahasiswa sendiri, meskipun dukungan dan fasilitas telah disediakan oleh program studi.

UPMS, yang berdiri setelah penggabungan STKIP PGRI Nganjuk dan STIE Nganjuk pada 19 September 2024, kini menaungi berbagai fakultas seperti Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang memiliki lima program studi (Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Matematika, Pendidikan IPA, Pendidikan Bahasa Inggris, dan PPKN), Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) yang memiliki dua program studi (Manajemen, Akuntansi), dan lima program studi baru yaitu Pertanian atau Agribisnis,  Bisnis Digital, Teknik Industri, Teknik Informasi, dan Hukum.

Salah satu keunggulan lain yang ditawarkan adalah fleksibilitas jam kuliah yang diadakan pada sore hari. Ini memungkinkan para mahasiswa yang memiliki usaha atau ingin bekerja di pagi hari untuk tetap melanjutkan pendidikan mereka tanpa mengorbankan salah satunya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Pendidikan Ekonomi UPMS, dapat mengunjungi kanal YouTube P EKONOMI UPMS atau Media Sosial Instagram p.ekonomi_upms.

Rabu, 24 September 2025

SUKSES DIGELARNYA PKKMB PRODI PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS PGRI MPU SINDOK  2025 ” MEMBANGUN GENERASI YANG SMART DAN BERKARAKTER”

SUKSES DIGELARNYA PKKMB PRODI PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS PGRI MPU SINDOK 2025 ” MEMBANGUN GENERASI YANG SMART DAN BERKARAKTER”

 


Universitas PGRI Mpu Sindok, Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Mpu Sindok tahun 2025 telah berlangsung sukses dan meriah. Kegiatan yang terbagi dalam tiga tahap utama terdiri dari Pra-PPKMB, Day 1, dan Day 2 ini berhasil menciptakan fondasi yang kuat bagi para mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik mereka. Kegiatan Pra-PKKMB ini dilaksanakan pada hari Jumat, 29 Agustus 2025 bertempat di Universitas PGRI MPU Sindok Nganjuk  
 
Pra-PPKMB 29 Agustus 2025 dimulai pukul 15.00-17.00 WIB : Pembekalan Informasi dan Keakraban Awal. Sebelum acara inti dimulai, sesi Pra-PPKMB pada tanggal 29 Agustus 2025 secara luring di Gedung IV Universitas PGRI Mpu Sindok. Kegiatan ini difokuskan pada pembekalan pengenalan dasar informasi dan keakraban awal. 
 
PKKMB resmi dibuka pada 2 September 2025. 
PKKMB DAY-1 dilaksanakan pukul 11.30-17.00 WIB meliputi Upacara Pembukaan dan Materi Akademik. Mahasiswa baru melakukan check-in mulai pukul 12.00 WIB, kemudian mengikuti Upacara Pembukaan PKKMB 2025 di Ruang Pertemuan. Acara pembukaan berlangsung khidmat, diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars UPMS, doa, sambutan dari Ketua YPLP PT PGRI, sambutan Rektor Universitas PGRI Mpu Sindok, serta pengukuhan mahasiswa baru secara simbolis melalui penyematan jas almamater. 
 
Setelah upacara, mahasiswa mengikuti rangkaian materi yang disampaikan oleh pimpinan universitas dan narasumber:
  • Materi I: Sistem Pendidikan Tinggi, Kurikulum, Pedoman Akademik, Keuangan & Kesejahteraan Mahasiswa.
  • Materi II: Pengembangan Karakter Mahasiswa (etika, norma kehidupan kampus, antikekerasan seksual, antiperundungan, antinarkoba, antikorupsi, antiplagiarisme, dan kampus sehat).
  • Materi III: Kewirausahaan bagi mahasiswa.
  • Materi IV: Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara.
Sesi ini berlangsung dengan format diskusi panel, dipandu moderator dari dosen-dosen UPMS. Suasana aktif terlihat ketika mahasiswa baru antusias menyimak pemaparan sekaligus mengajukan pertanyaan. 
 
PKKMB DAY-2 dilaksanakan pada tanggal 3 September 2025 dimulai pukul 11.30-17.00 WIB: Digitalisasi Kampus, UKM, dan Pengenalan Keprodian. Acara dimulai dengan check-in mahasiswa baru dan pemutaran video “Selayang Pandang UPMS”. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti beberapa agenda penting:
  • Materi V: Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri, oleh narasumber dari Dinas Kominfo. Pengenalan UKM: 10 Unit Kegiatan Mahasiswa memperkenalkan program kerja mereka dengan durasi presentasi maksimal 5 menit.
  • Wawasan Wiyata Mandala (Room Tour): Mahasiswa diajak berkeliling kampus untuk mengenal ruang-ruang penting beserta fungsinya. 
Pengenalan Keprodian: Mahasiswa dipisahkan per program studi untuk mendapatkan pengenalan lebih mendalam dari Kaprodi, Sekprodi, dosen, serta HMPS masing-masing. Di Prodi Pendidikan Ekonomi, pengenalan dilakukan di Kelas PBI 6 dengan suasana penuh     keakraban. Mahasiswa baru diperkenalkan pada visi, misi, struktur organisasi, dosen-dosen pengampu, serta program kerja HMPS. 
 
Kaprodi Pendidikan Ekonomi Ibu Imega Syahlita Dewi, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya adaptasi dengan lingkungan kampus yang baru. menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa baru. “Selamat datang di keluarga besar Prodi Pendidikan Ekonomi. Masa depan yang penuh tantangan dan peluang menanti. 
 
Semoga kegiatan PKKMB ini tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan semangat, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap almamater,” ujarnya. Sekprodi Pendidikan Ekonomi, Bapak Ari, M.Pd, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa sejak awal. “Kami mendorong mahasiswa baru untuk aktif dalam kegiatan akademik maupun organisasi, karena keduanya akan membentuk kompetensi dan karakter yang kuat,” ujarnya. 
 
Sesi ini juga diisi dengan perkenalan oleh perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) yang memaparkan struktur kepengurusan dan tugas masing masing bidang yang ada di HMPS Dengan berakhirnya PKKMB pada 3 September 2025, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Ekonomi resmi menjadi bagian dari keluarga besar Universitas PGRI Mpu Sindok. Dengan penuh semangat, mahasiswa baru Prodi Pendidikan Ekonomi siap memulai perjalanan akademik mereka di Universitas PGRI Mpu Sindok, membawa harapan baru untuk meraih prestasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 


 


Selasa, 11 Februari 2025

UPMS hadiri MOU Kementerian Sosial RI bersama Forum Rektor Indonesia (FRI) siap dukung percepat Pengentasan Kemiskinan Jatim

UPMS hadiri MOU Kementerian Sosial RI bersama Forum Rektor Indonesia (FRI) siap dukung percepat Pengentasan Kemiskinan Jatim


Universitas PGRI Mpu Sindok Nganjuk menyambut baik dan siap untuk menindaklanjuti hasil MOU yang telah dilaksanakan antara Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) dengan Forum Rektor Indonesia ( FRI).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, serta Rektor Unesa yang juga Ketua Forum Rektor Indonesia Prof.Dr.Nurhasan,M Kes dalam pertemuan Forum Rektor Indonesia (FRI) yang digelar di Graha Unesa, Senin (10/2/2025).melakukan Penandatanganan MOU Kementerian Sosial dan Forum Rektor Indonesia.

Dalam acara yang dihadiri Perguruan Tinggi baik Swasta dan Negeri yang berjumlah 261 peserta yang berasal dari rektor universitas,dosen,praktisi sosial,dan pejabat pemerintah.

Sambutan Rektor Unesa yang juga ketua Forum Rektor Indonesia di antaranya menegaskan posisi PT sbg mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Kolaborasi Kemensos Ri dan FRI diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. sebagai wujud nyata masing-masing perguruan tinggi bisa dilakukan melalui Program diantaranya KKNT, Desa binaan, dan program lainnya.

Pertemuan pertama kali di pemerintahan Presiden Prabowo ini Dihadiri 260 PT jatim dan Forum Rektor Indonesia akan segera menindaklanjuti dengan menyusun program nyata dan target-target yang lebih terukur.

Adapun Arahan yang diberikan oleh Menteri Sosial Saiffullah Yusuf diantaranya pertama Perguruan Tinggi untuk terlibat nyata dalam program bersama kemensos RI, yang kedua membuat program antimainstream dengan memanfaatkan sumber daya yg ada. ketiga, ikut mendorong Aplikasi cek bansos untuk menyampaikan usulan bansos yang di lakukan evaluasi setiap 3 Bulan sekali.Keempat,Membuat kajian terkait program pengentasan kemiskinan serta adanya program Pemeriksaan gratis mulai bulan februari dengan jadwal berjenjang sesuai usia.

Selain itu,Wamendikti Prof Fauzan menambahkan bahwa Kampus berperan sebagai training centre utk mencetak sdm dlm rangka pengwntasan kemiskinan. kedua , Secara umum masing-masing kampus melakukan re evaluasi terhadap tatakelola yg memberikan dampak ekonomi, sosial, lingkungan, religius (mental). lebih lanjut, PT akan Melakukan kajian multidisiplin serta Menyusun role model pengentasan kemiskinan dan Identifikasi potensi-potensi yang dapat dikembangkan.(humas@upms)

Sabtu, 01 Februari 2025

UPMS Gandeng Pakar dan Praktisi UMKM kembangkan UMKM menuju era E Commerce Kabupaten Nganjuk

UPMS Gandeng Pakar dan Praktisi UMKM kembangkan UMKM menuju era E Commerce Kabupaten Nganjuk

Era Perkembangan Teknologi yang semakin pesat turut mempengaruhi berbagai sendi perekonomian salah satunya perdagangan berbasis digital yang dikenal E Commerce. Universitas PGRI Mpu Sindok (UPMS) Nganjuk Hadir pertama kalinya sebagai Perguruan Tinggi yang concern dalam meningkatkan perkembangan Eksistensi UMKM tidak hanya sebatas diperdagangan Konvensional namun juga mengikuti perkembangan jaman digitalisasi dengan eksistensi di dunia e commerce yang semkin tidak trbendung kehadirannya dengan berbagai Platform.


Sabtu (1/2/2024) bertempat di Gedung Unit IV Kampus UPMS Jl AR Saleh No.21, UPMS menggandeng Forum Ekonomi Akuntasi dan Manajemen menggelar Bimbingan Teknis  Implementasi Teknologi E Commerce dalam usaha mikro yang emghadirkan Ketua Forum Akuntasi,Manajemen dan Ekonomi Dr.Eny Zuhrotin Nasyi'ah,SE.,M.Ak.,CPA, Prasetya Tri Mulya, MM Dosen FEB UPMS dan M Ari Kusuma,M.Pd.Praktisi dan Dosen Pendidikan Ekonomi FKIP UPMS serta dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Drs.Cuk Widiyanto,SH.MM.

Kegiatan dibuka oleh Rektor UPMS yang diwakili Wakil Rektor III bidang Humas, Kerjasama dan Kemahasiswaan Dr. Indrian Supheni., S.E., M.Aks., CSRS yang menilai peran UPMS bersama berbagai elemem pakar dan praktisi yang tidak hanya dari pakar Forum Akuntansi,Manajemen,dan Ekonomi namun juga MGMP Guru Ekonomi Se Kabupaten Nganjuk dan mitra-mitra UMKM yang ada di Kabupaten Nganjuk ini sebagai momentum terbaik sebagai upaya utk menaikkan Level UMKM agar mampu berkembang dengan pesat ditengah Era Disrupsi Teknologi sehingga eksistensinya bisa semakin dikenal dan merambah pasar lebih luas.

Bimbingan Teknis Implementasi Teknologi E Commerce dalam Usaha Mikro dihadiri Ratusan Peserta yang terdiri dari Mahasiswa UPMS,guru SMK SMA yang tergabung dalam MGMP Guru Ekonomi dan Pegiat UMKM Se Kabupaten Nganjuk yang Antusias mengikuti setiap materi dan tips trik dalam e commerce.

Sri Widarti salah satu pelaku UMKM merasa mendapatkan tempat dalam menimba ilmu baru bersama perguruan tinggi terutama dalam mengenali dan mendalami teknologi berbasis teknologi digital yg ada di media sosial dan platform e commerce.

dirinya mengakui, rekan-rekan nya masih memerlukan pembinaan dan jaringan pemasaran yang lebih luas dan tersmabung dengan teknologi digital saat ini.sehingga produk yang dihasilkan nanti tidak hanya dikenal di lokasi namun bisa merambah pasar nasional maupun internasional.(humas@upmsnganjuk)